Tetangga sebelah kamar

Tetangga baru sebelah kamar saya adalah keluarga penjual nasi padang (yang ternyata bukan orang Padang), Jawa asli cenderung ngapak. Volume si Bapak, keras minta ampun, cempreng nggak ketulungan, pun si Ibu. Suara mereka adalah alarm saya tiap pagi, mengalahi aroma rendang angetan mereka. Anaknya juga, tiga buah, kecil-kecil sering menatap saya dengan tatapan aneh setiap lewat depan tokonya. Tidak tersenyum, tidak marah, cuma aneh saja, sering mereka membantu membukakan pintu kos, kadang juga menutupkan. Saya jadi merasa aneh dengan tindakan berlebihan seperti itu

Keluarga ini unik. Suami istri selalu ribut setiap pagi, sambil membuat sambal,menggoreng tempe, atau kadang membakar ayam. Setiap pagi, selalu, tidak pernah tidak. Apa saja diributkan (dengan suara cempreng, mengalahkan suara sreeeng penggorengan). Oke, menurut catatan saya beberapa hal yang sering diributkan adalah pertama masa lalu si ibu, bapak selalu mengungkit-ungkit cerita lama si ibu.

Kedua, si ibu yang sangaaat curigaan dengan si bapak, sering menelepon perempuan yang tidak jelas, belakangan bahkan mereka sempat ketemu.

Ketiga, mereka bahkan meributkan hal yang sama sekali tidak penting, seperti apa arti kata sayang, memiliki, pernikahan. Benar- benar seperti sinetron.

Keempat, mereka sering sekali ngomong dengan serius. “Sudah sanaa sama pria yang kamu sayangi, saya ini apa cuma tukang nasi Padang,”. Saya amat geli sekaligus kesal dengan kalimat-kalimat seperti itu. Ah.

Pagi ini, unik. Mereka menyisipkan pertengkaran dengan membuat lagu. (dengan suara cemprengnya), bertengkarnya dilagukan. Lalu si istri membalas lagu itu, sambil sesekali membanting ulegan, dan meninggikan nada.

Biasanya kalau mereka sudah mulai perang pagi-pagi. Saya cuman menyetel winamp keras-keras lagu-lagu romantis Kahitna atau Chrisye, semoga mereka ikut mendengarkan.

Pagi saya setiap hari drama -_-. Sukar.berkomentar karena terlalu sering mendengar pertengkaran. Saya hanya ingin cerita aja sih,sebal saja. Belum bisa memberikan analisis panjang gender,relasi perempuan laki-laki blablabla. Mungkin lain waktu ya, terlalu kompleks dan berisik.

Beberapa cerita pernikahan yang saya dengarkan memang tak cukup bagus, dan hal itu mempengaruhi banyak pemikiran saya tentang pernikahan. (Atau dasarnya saya aja yang overthingking everything). Hal positif yang sering jadi penawar saya adalah di luar kisah ada sepasang kekasih, dalam hal ini suami istri, yang bahagia, sederhana dan tidak berlebihan dalam berwacana atau materi, tapi kehangatannya jelas tertera. Makanya, anak mereka selalu merindukan untuk pulang, menuju ibu dan ayahnya.
Saya tidak terlalu detail mengetahui kisah mereka, tapi kehangatan ayah ibunya selalu ada di setiap sirat mata anak itu…

Selamat pagi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s