Ketidakjelasan yang lain.

Kata yang sering membuat ya ‘gemas’ waktu-waktu sekarang ini adalah kata perubahan. Ah. Perubahan sangat kontekstual sekali dengan lingkungan sekitar saya. Setelah merenung sebentar, mengingat-ingat kembali apa saja yang saya lalui, ternyata banyak sekali yang berbeda dari saya sendiri dan orang-orang sekitar saya.

Duh, jadi inget kutipan di sebuah serial yang saya sukai, Dawson’s Creek, si Katie Holmes, alias Joey pernah bilang ke Dawson kalau setiap orang pasti berubah. “Everybody changes eventually Dawson.” And it trully does!!

Banyak sekali perubahan dari diri saya sendiri, ya tentu selain perbedaan angka di timbangan badan dibanding beberapa tahun yang lalu. Hahaha. Saya yang dulu (sekitar SMP sudah termasuk dulu kan ya?) adalah orang yang cukup pendiam, nggak ngomong kalau nggak ditanya orang. Sangat cuek dengan penampilan, ya sekarang masih tapi dulu itu sepertinya dulu lebih parah. Oh ya, yang paling jelas dulu itu saya orangnya sangat serius, agak susah bercanda dan agak sedikit study oriented dan terkesan orang rumahan banget. Saya suka sekali tinggal di rumah, membaca buku dan sedikit menonton TV.

Kalau dikategorikan cupu alias kurang gaul, saya mungkin termasuk di dalamnya. Ya walaupun agak nggak jelas juga mana yang pantas dikategorikan gaul dan tidak gaul, menurut saya. Pokonya bukan seperti anak perempuan kebanyakan lah, yang biasa istilahnya mm ‘ubyang-ubyung’ atau bahasa indonesianya ke sana ke mari bersama teman perempuan lainnya dan ber haha-hihi. Dulu saya sangat soliter dan penyendiri, mempunyai beberapa teman dekat tetapi tidak terlalu banyak menghabiskan waktu dengan mereka.

Saya merasakan perubahan mulai terjadi sekitar waktu SMA. Entahlah, saya ingat betul, sewaktu SMP pernah saya deklarasikan bahwa saya ingin berubah, “ Saya ingin berubah!” tidak clingus lagi seperti saat SD atau SMP,. Tahu artinya clingus? Clingus itu pendiam dan malu-malu itu tadi. Saat SMA saya sudah mulai meninggalkan diri saya yang clingus dan malu-malu. Mulai sedikit (masih sedikit) membuka diri, banyak bergaul dengan teman-teman dan lebih banyak menjadi bagian dari mereka. Aktif di beberapa oraganisasi, tetapi masih ada bagian dari diri saya yang tidak terlalu ‘in to them’. Tahu maksudnya ‘into them?’ semacam ada masa-masa alienasi dalam diri saya. Suatu saat saya bisa saja berkumpul dengan teman-teman saya, haha-hihi, tetapi hari berikutnya saya bisa kemana-mana sendiri, menarik diri dari orang lain, dan blablabla.

Alasannya cukup simpel, yaitu karena saya pengen. Ada saat-saat di mana saya menikmati bersama dengan orang-orang yang saya sayangi, di sisi lain ada saatnya saya sangat mencintai kesendirian. Sisi tersebut yang masih ada dalam diri sekarang. Saya sekarang adalah saya yang lebih random, mungkin. Oh, saya sangat mudah sekali tertawa sekarang. Hahahaha entah kenapa, pengaruh hormon apa saya juga kurang tahu.
Kata orang saya lebih menikmati hidup sekarang, menjalani apa yang harus saya jalani. Mengikhlaskan apa yang sudah berlalu,juga tentang perubahan itu sendiri. Sempat saya sedikit gamang dengan hidup saya sendiri pasca sebuah kejadian yang amat sangat memukul dalam hidup saya. Kehilangan seseorang jelas bukan perkara yang mudah untuk saya. Kejadian itu menjadi andil dalam perubahan sikap,maupun sikap dalam mengubah hidup saya itu tadi.

Sempat saya berfikir, sikap menikmati hidup,sehidup-hidupnya, seperti yang saya jalani sekarang ini jangan sampai pada perkara ‘ngentengke urip’ atau memudahkan-terkesan menggampangkan hidup. Jangan sampai perubahan dalam diri saya membawa saya ke dalam fase tersebut. Banyak yang harus dijalani, selain menggampangkan hidup. Realitasnya hidup itu nggak gampang. Nggak gampang di sini maksudnya, ada orang lain di sekitar kita. Kenyataannya, hidup saya ya tidak hanya tentnag saya saja. Namun, juga tentang orang-orang yang ada di sekitar saya, yang telah membesarkan saya, teman-teman yang selalu ada untuk saya, dan orang-orang yang belum mampu merasakan hidup yang saya rasakan.

Perubahan diri dari sangat tertutup menjadi agak sedikit terbuka dan celelekan (lebih sering bercanda)juga membuat saya bertanya-tanya, akankah perubahan ini baik untuk saya sendiri maupun orang sekeliling. Mungkin saya harus bertanya dengan mereka. Apakah kalian merasa aneh dengan diri saya sekarang?

Hahaha. Tuhkan, perubahannya sudah mulai dapat dilihat. Saya dahulu adalah super cuek, tidak peduli dengan pendapat orang. Sekarang saya agak sedikit meminta pendapat. Walaupun ujung-ujungnya saya tetap menomor-satukan pendapat saya sendiri. Tak ada salahnya melihat diri kita dengan kaca mata orang lain toh?

Ah tulisan ini semakin tidak jelas. Saya tahu.

Kadang saya ingin sekali kembali menghadirkan ‘brita dulu’ meramaikan karakter ‘brita sekarang’. Yaaa..nanti dicoba lah pelan-pelan. Maknaya itu saya sering merasa saya mempunyai alterego, kepribadian yang sema sekali bertolak belakang dengan apa yang sering saya tampilkan setiap harinya. Saya percaya, semua orang mempunyai alterego. Balik lagi ke dia-nya sendiri, apakah ia mau memberi porsi (walaupun sedikit) kepada alteregonya untuk ikut kontribusi mengungkap ‘siapa kamu’ atau ‘siapa saya’.

Mungkin saya akan melibatkan alterego saya (yang baik-baik aja) untuk discover siapa saya sebenarnya. Ya, perubahan itu tadi mungkin salah satu implementasi (halah, bahasanya..) si alterego sedang ingin tampil. Niatnya sih semoga perubahan dalam diri saya juga menguntungkan orang lain dan tetap membahagiakan saya. Apa untungnya saya, kalau orang lain untung tapi di sisi lain saya tidak bahagia. Hla, wong yang menjalani hidup saya ya saya sendiri. Alangkah lebih baik perubahan dalam diri saya membuat saya sendiri bahagia dan selalu bermanfaat bagi orang lain.

Sedikit kontroversii memang, di satu sisi saya merasa kadang saya masih sedikit merugikan mm mungkin merepotkan oranglalin. Hehe maaf ya, mungkin sengaja saya lakukan dan tidak sengaja juga sering. Kenyataannya, apa yang saya anggap baik, belum tentu pula dianggap baik oleh orang lain. Yang terpenting sekarang, adalah saya sadar penuh dengan apa yang saya lakukan sekarang dan perubahan dalam diri saya.

To think I did all that
And may I say not in the shy way
Oh no, oh no not me, I did it my way
(Frank Sinatra-My Way)
Minggu, 5 Februari 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s