Surat Cinta

Aku ingin memilikinya sebuah

Yang kau tulis sendiri

Dengan penamu

Kau lipat penuh harap

Teruntukku

Kau merindu balas

Bukan sebuah

Notifikasi dari teknologi culas

Datang sebuah lambai balas

Ke rumahmu yang biru

Si Pengantar berkata, ” Hari gini, Surat Cinta?” sambil terkekeh

Kau buka pelan

Tak menghiraukan

Dariku :

“Hari gini, Surat Cinta?”

Kau terkekeh.

Sial!

Ada catatan di bawahnya :

“Aku hanya ingin memiliki surat cinta, sebenarnya aku tak pernah mau membalasnya.”

Kau berserapah :

Sial! mengapa aku harus menunggu balasan!

imajinasi. di rumah sendiri setelah menonton Mary ad Max (2009)

030710.13.35 WIB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s