When Harry Met Sally Versi Semanggi , Sebuah obrolan pagi.

sumber: deviantart

Selamat pagi semua. Entah mengapa, saya semangat sekali menulis ini, padahal beberapa deadline menulis yang lain masih mengintai saya tetapi tidak seseamngat seperti menulis catatan pgi ini. Kenapa yaa? Mmm … mungkin karena kemarin malam sharing begitu banyak dengan sahabat tercinta saya, dan memikirkan banyak hal. Dan saya menemukan real case –nya esok paginya, yaitu pagi ini

Ada yang pernah mendengar film When harry Met Sally? Saya penggemar film-film lama dan film tersebut salah satu rekomendasi saya  untuk sebuah drama komedi romantic. * Eaaaa komedi romantis ? Ehheeem! Umur saya yang 19  tahun ini memangterdistract dengan hal-hal seputar itu *eea! *balik ke Harry Met Sally!

Film ini menurut saya adalah film yang cukup istimewa. Jalan cerita tentang dua orang manusia yang dipertemukan dengan  cara yang aneh, harus bermusuhan dulu sekian tahun, mmm… bukan bermusuhan yaa, tapi  yaaa istilahya enggak bisa bersatu , karena ego gengsi sifat ke-cowok-an dank ke-cewek-an masing-masing. Namun, akhirnya mereka bersatu juga setelah sekian tahun mendem perasaan masing-masing. Oh iya, dibintangi bintang keren Meg Ryan, sama aktornya siapa saya lupa.

Nah, When Harry Met Sally versi asli dari Semanggi! kampung dimana saya tinggal. Ceritanya begini, setelah mengantar ibu saya ke stasiun, saya sempatkan membeli roti canne untuk adik saya dan sahabat saya yang menginap di rumah. Harry versi semanggi adalah bapak-baoak yang duduk di sebelah kios roti canne dan Sally- tentu saja istrinya yang ia bicarakan dengan temannya.

Obrolan When Harry met sally ini terjadi diantara dua bapakbapak dan ada dua pendengar setia yaitu saya sendiri dan penjual roti Canne.

Lalu mari kita namakan bapak-bapak pengusul topic ini sebagai Harry, Istri yang ia bicarakan sebagai Sally, lalu temannya satu lagi, kita namakan , Mmm Salim. Karena kebetulan ia juga orang Arab.

Sebenarnya obrolan ini berlangsung dengan bahasa Jawa, tetapi lebih baik saya terjemahkan saya ke Bahasa Indonesia  yaa. Dan sebenarnya juga saya tidak terlibat secara langsung dalam obrolan tersebut. Saya suka mengamati, saya suka mendengarkan . Huahahahahah!

“ Wah, untung hloo aku mendapatkan Sally, Wiiissss jiaaan. Ora ana bojo sing kaya bojoku kuwi ( Engga ada istri yang seperti istri saya itu,” Harry berkata, saya baru saja mengorder roti canne 3 buah.

“ Hlaa kenapa pak? Kamu enggak tewergoda dengan wanita lain ya? Sudah pernah berkelahi besar-besaran ? Waah aku ini minim pengalaman eee, menikah saja belum .” ujar Salim, yang ternyata adalah perjaka tua , belum kawin-kawin. Huahahah!

“ Waaah, wanita itu benar-benar penggoda . Sudah pernah aku hamper bubar sama si Sally karena ada wanita penggoda ,” ujar Harry pede, soalah ia idola kampung.

“ Aku hamper pisah rumah sama si Sally yaa karena aku sendiri. Sering SMS-an dengan anak bakul (pedagang jamu) , sering juga telepon-teleponan… Eeeeeeee! taunya si Sally nguping dari dapur. Mati aja aku! Sally minta pulang ke rumahnya …” kata Harry semangat sekali.

Harry berkata kok ia itu kurang bersyukur yaa. Sudah dapat istri baik, masih saja main serong dengan anak bakul jamu. Katanya ia sadari itu sambil mandi dan menangis * backsound lagu The Cure Boys don’t cry sepertinya cocok ini!

Dan akhirnya harry pun sadar dan meminta maaf ke istrinya seiring dengan kelahiran anaknya yang pertama. Woow! big applause. Harry in the house is a real man yow!Ya, mereka bersatu lagi laaah!

wejangan dari Harry kepada Salim pun dimulai.

“ kamu itu kalau cari jodoh  jangan main-main. Urip iku ora main-main ( hidup itu bukan mainan). kalau mau cari istri cantik, jaman sekarang apa masih ada wanita jelek?! nggak ada! Semua cantik, lihat saja produk kecantikan di mana-mana, dokter kecantikan dimana-mana! itu kalau kamu mencari istri cantik fisikk!Tapi yo dudu kuwi sing digoleki! ( Tetapi bukan itu yang dicari)

Sing penting atine ! (Yang penting hatinya!), “ tambah Harry.

“ Hidup itu yaaa untuk hidup. Jalani saja, Lim. Kamu belum nemu jodoh yaaa nanti pasti ketemu. Aku juga ini. Mikir nambah anak lagi kapan. Aku pengin jarak anak saya yang satu dengan adiknya besok , jaraknya harus lama. Kalu enggak yaa, untuku prothol! ( Kalau enggak yaa, gigiku pada copot!) biaya hidup mahal!” ternyata Harry jago melucu juga. >.<

Bahasa untu prothol sempat ingin membuat saya tertawa tetapi saya tahan. hehehehe.

“ Iya e Pak, piye meneh neg ra dilakoni ( Gimana lagi kalau enggak dijalani…)” tambah Salim.

“Tinggal kita aja jalaninya bagaimana. Masalah tentu pasti ada , karena ia yang membuat kita dewasa..”tambah Harry.

AaaaaaahSuper sekali bukan, obrolan pagi Harry dan Salim! Saya pulang dengan senyum simpul sekaligus menyadari banyak hal atas kegalauan saya beberapa minggu ini. Quote pak Harry yang “ Hidup itu yaa untuk hidup!” MAK JLEB sekali dengan hidup saya sekarang dank ok pas sekali dengan playlist saya Float dengan lagu Surrender yang sering saya puter beberapa hari ini. Ini Seriusssssssss!

Let’s just celebrate today, tomorrow’s too far away.

What keeps you waiting to love?

Isn’t this what you’ve been dreaming of?”

Life’s to live and love’s to love

To the future we surrender

Life’s to live and love’s to love

Waaah. Saya beruntung sekali belajar dari Pak Harry yang ternyata adalah seorang sekuriti. tentang Sally-nya dan tentang wejangannya kepada Salim. Dan kebetulan yang tak terduga tentang quote’s dia yang sama persis dengan lirik lagu favorit saya!

Saya beruntung sekaliiii.

Pelajaran tentang hidup, pagi-pagi, sangat chic dan cool sekali Pak Harry. Duh. Huaahahaha

When Harry Met Sally bagus hloo untuk ditonton dan disimak. Juga Float dengan Surrender-nya, yang mengiringi hari-hari saya waktu sekarang ini.

Aih saya beruntung sekali!

Salam untuk Pak Harry, Bu Sally, Mas S

alim, dan tugas saya yang belum selesai. Daaaaaaa!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s